Selasa, 05 Agustus 2008

Kerabat Kerja Ibu Teresa

Apakah Kerabat Kerja itu?

Seorang Kerabat Kerja Ibu Teresa adalah seorang yang melihat kehadiran Tuhan di dalam diri setiap orang dan memilih untuk mengambil bagian dalam pelayanan nyata bagi kaum miskin dengan menggunakan tangan mereka untuk melayani dan menyerahkan hati mereka untuk mencintai.
Ibu Teresa menginginkan agar para Kerabat Kerjanya memelihara ikatan cinta kasih yang mendalam di dalam rumah mereka, di samping itu juga mencari orang-orang yang membutuhkan bantuan di tetangga, kota dan negara mereka sendiri serta di dunia.
Jbu Teresa meminta agar kami mencari orang-orang yang membutuhkan diri kami dan mengenal mereka secara pribadi. Hanya dengan berkenalan secara pribadi kami dapat mengerti dan mencintai mereka. Ibu Teresa meminta para Kerabat Kerja untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan kecil, di mana orang lain tidak mempunyai waktu untuk melakukannya.

Ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makanan,
Ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum,
Ketika Aku seorang asing, kamu menyambut Aku,
Ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian,
Ketika Aku sakit, kamu melawat Aku,
Ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku........

Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya segala sesuatu yang kainu lakukan kepada salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
(Matius 25:35 - 36, 40)

Saudaraku Yang Paling Hina

SaudaraKu yang paling hina (yang termiskin di antara kaum miskin) ialah mereka

  • yang lapar dan kesepian - tidak hanya lapar akan makanan, tetapi juga akan Sabda Allah.
  • yang haus dan disingkirkan - tidak hanya untuk segelas air tetapi juga untuk pengetahuan, perdamaian dan kebenaran serta keadilan dan cinta.
  • yang telanjang dan tak dicintai - tidak hanya untuk pakaian, melainkan juga untuk harga diri.
  • yang tak dikehendaki, bayi-bayi yang digugurkan, korban diskriminasi, tuna wisma bukan hanya membutuhkan sebuah rumah dari bata, tetapi juga sebuah hati yang penuh pengertian, melindungi dan mencintai.
  • orang miskin yang sakit, sekarat dan para tahanan, juga yang sakit jiwanya, tak
  • bersemangat hidup.
  • semua yang telah kehilangan harapan dan iman.
  • pecandu obat bius dan minuman keras.
  • dan mereka semua yang telah kehilangan Tuhannya (bagi mereka Tuhan adalah masa lampau, padahal Tuhan selalu ada) dan mereka yang telah kehilangan harapan akan kekuatan Roh.


Pedoman Kerabat Kerja Ibu Teresa

  • Bawalah doa kedalam keluargamu. Cinta kasih dimulai di rumah. Anda harus memulainya di sana dengan melayani keluarga sendiri dan para tetangga.
  • Semua Kerabat Kerja bekerja bersama dengan para Suster, Pastor, Bruder Misionaris Cinta Kasih yang paling dekat dengan rumah anda. Bila tidak ada yang dekat, tetap lakukan aksi cinta kasihmu dan selalu berhubungan dengan Regional Superior Misionaris Cinta Kasih.
  • 3. Para Kerabat Kerja harus berusaha berkumpul bersama di lingkungannya untuk berdoa, melayani dan berbagi rasa bersama dengan para Misionaris Cinta Kasih.
  • Tidak ada pengurus di semua tingkatan. Tidak ada rekening koran atas nama Kerabat Kerja untuk keperluan apapun. Semua sumbangan harus diserahkan langsung kepada Misionaris Cinta Kasih.
  • Tidak ada newsletter atau "family" letters. Superior Jenderal Misionaris Cinta Kasih akan berkomunikasi dengan para Kerabat Kerja diia kali dalam setahun.

Doa Harian Kerabat Kerja

Ya Tuhan, JADIKANLAH KAMI berguna untuk melayani sesama manusia di seluruh dunia, yang hidup dan mati dalam kemiskinan dan kelaparan.

BERIKANLAH KEPADA MEREKA melalui tangan-tangan kami rejeki pada hari ini dan melalui cinta kasih kami yang penuh pengertian, berikanlah kepada mereka rasa damai dan gembira di hati.
TUHAN, jadikanlah aku pembawa DAMAI. Bila terjadi kebencian,.jadikanlah akupembawa Cinta Kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi keputusasaan, jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa kegembiraan.
Tuhan, semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur.
Memahami daripada dipahami, mencintai daripada dicintai.
Sebab dengan memberi kami menerima, dengan mengampuni kami diampuni.
Dengan mati suci, kami akan bangkit lagi untuk selama-lamanya, AMIN.

Pancaran Cinta Kasih Tuhan

Ya Allah Tuhanku, tolonglah aku menyebarka keharumanMu kemana saja aku pergi. Penuhilah jiwaku dengan semangat dan hidupMu.
Resapilah dan kuasailah seluruh pribadik sedemikian rupa sehingga seluruh hidupk hanyalah merupakan Pancaran Cinta KasihMu Bersinarlah sepenuhnya dalam diriku sedemikia rupa sehing-a setiap jiwa yang berhubunga
Semoga mereka tidak melihat diriku lagi, melainkan menengadah memandang Engkau sendiri oh Tuhanku! Tinggallah selalu dalam jiwaku sehingga Engkau sendiri yang memancarkan sinarmu melalui diriku, sedemikian rupa sehingga memancarkan sinarmu menerangi sesamaku. Sinar itu, oh Tuhan akan datang seluruhnya daripadamu, tak satupun milikku, hanya Dikaulah saja yang memancarkan sinarmu menembusiku menerangi sekelilingku.
Biarkan aku memujimu dengan cara yang paling berkenan di hatimu, dengan membawa sinarmu menerangi orang-orang di lingkunganku.
Biarkan aku mewartakanmu tanpa mengkhotbahi, bukan dengan kata-kata melainkan dengan suri teladanku, dengan daya tarik dan pengaruh yang lembut dari apa yang kulakukan, yang menjadi bukti nyata kebulatan cinta kasihku kepadamu. Amin.

Kerabat Kerja Ibu Teresa

Apakah Kerabat Kerja itu?

Seorang Kerabat Kerja Ibu Teresa adalah seorang yang melihat kehadiran Tuhan di dalam diri setiap orang dan memilih untuk mengambil bagian dalam pelayanan nyata bagi kaum miskin dengan menggunakan tangan mereka untuk melayani dan menyerahkan hati mereka untuk mencintai.
Ibu Teresa menginginkan agar para Kerabat Kerjanya memelihara ikatan cinta kasih yang mendalam di dalam rumah mereka, di samping itu juga mencari orang-orang yang membutuhkan bantuan di tetangga, kota dan negara mereka sendiri serta di dunia.
Jbu Teresa meminta agar kami mencari orang-orang yang membutuhkan diri kami dan mengenal mereka secara pribadi. Hanya dengan berkenalan secara pribadi kami dapat mengerti dan mencintai mereka. Ibu Teresa meminta para Kerabat Kerja untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan kecil, di mana orang lain tidak mempunyai waktu untuk melakukannya.

Ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makanan,
Ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum,
Ketika Aku seorang asing, kamu menyambut Aku,
Ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian,
Ketika Aku sakit, kamu melawat Aku,
Ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku........

Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya segala sesuatu yang kainu lakukan kepada salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
(Matius 25:35 - 36, 40)

Saudaraku Yang Paling Hina

SaudaraKu yang paling hina (yang termiskin di antara kaum miskin) ialah mereka

  • yang lapar dan kesepian - tidak hanya lapar akan makanan, tetapi juga akan Sabda Allah.
  • yang haus dan disingkirkan - tidak hanya untuk segelas air tetapi juga untuk pengetahuan, perdamaian dan kebenaran serta keadilan dan cinta.
  • yang telanjang dan tak dicintai - tidak hanya untuk pakaian, melainkan juga untuk harga diri.
  • yang tak dikehendaki, bayi-bayi yang digugurkan, korban diskriminasi, tuna wisma bukan hanya membutuhkan sebuah rumah dari bata, tetapi juga sebuah hati yang penuh pengertian, melindungi dan mencintai.
  • orang miskin yang sakit, sekarat dan para tahanan, juga yang sakit jiwanya, tak
  • bersemangat hidup.
  • semua yang telah kehilangan harapan dan iman.
  • pecandu obat bius dan minuman keras.
  • dan mereka semua yang telah kehilangan Tuhannya (bagi mereka Tuhan adalah masa lampau, padahal Tuhan selalu ada) dan mereka yang telah kehilangan harapan akan kekuatan Roh.


Pedoman Kerabat Kerja Ibu Teresa

  • Bawalah doa kedalam keluargamu. Cinta kasih dimulai di rumah. Anda harus memulainya di sana dengan melayani keluarga sendiri dan para tetangga.
  • Semua Kerabat Kerja bekerja bersama dengan para Suster, Pastor, Bruder Misionaris Cinta Kasih yang paling dekat dengan rumah anda. Bila tidak ada yang dekat, tetap lakukan aksi cinta kasihmu dan selalu berhubungan dengan Regional Superior Misionaris Cinta Kasih.
  • 3. Para Kerabat Kerja harus berusaha berkumpul bersama di lingkungannya untuk berdoa, melayani dan berbagi rasa bersama dengan para Misionaris Cinta Kasih.
  • Tidak ada pengurus di semua tingkatan. Tidak ada rekening koran atas nama Kerabat Kerja untuk keperluan apapun. Semua sumbangan harus diserahkan langsung kepada Misionaris Cinta Kasih.
  • Tidak ada newsletter atau "family" letters. Superior Jenderal Misionaris Cinta Kasih akan berkomunikasi dengan para Kerabat Kerja diia kali dalam setahun.

Doa Harian Kerabat Kerja

Ya Tuhan, JADIKANLAH KAMI berguna untuk melayani sesama manusia di seluruh dunia, yang hidup dan mati dalam kemiskinan dan kelaparan.

BERIKANLAH KEPADA MEREKA melalui tangan-tangan kami rejeki pada hari ini dan melalui cinta kasih kami yang penuh pengertian, berikanlah kepada mereka rasa damai dan gembira di hati.
TUHAN, jadikanlah aku pembawa DAMAI. Bila terjadi kebencian,.jadikanlah akupembawa Cinta Kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi keputusasaan, jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa kegembiraan.
Tuhan, semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur.
Memahami daripada dipahami, mencintai daripada dicintai.
Sebab dengan memberi kami menerima, dengan mengampuni kami diampuni.
Dengan mati suci, kami akan bangkit lagi untuk selama-lamanya, AMIN.

Pancaran Cinta Kasih Tuhan

Ya Allah Tuhanku, tolonglah aku menyebarka keharumanMu kemana saja aku pergi. Penuhilah jiwaku dengan semangat dan hidupMu.
Resapilah dan kuasailah seluruh pribadik sedemikian rupa sehingga seluruh hidupk hanyalah merupakan Pancaran Cinta KasihMu Bersinarlah sepenuhnya dalam diriku sedemikia rupa sehing-a setiap jiwa yang berhubunga
Semoga mereka tidak melihat diriku lagi, melainkan menengadah memandang Engkau sendiri oh Tuhanku! Tinggallah selalu dalam jiwaku sehingga Engkau sendiri yang memancarkan sinarmu melalui diriku, sedemikian rupa sehingga memancarkan sinarmu menerangi sesamaku. Sinar itu, oh Tuhan akan datang seluruhnya daripadamu, tak satupun milikku, hanya Dikaulah saja yang memancarkan sinarmu menembusiku menerangi sekelilingku.
Biarkan aku memujimu dengan cara yang paling berkenan di hatimu, dengan membawa sinarmu menerangi orang-orang di lingkunganku.
Biarkan aku mewartakanmu tanpa mengkhotbahi, bukan dengan kata-kata melainkan dengan suri teladanku, dengan daya tarik dan pengaruh yang lembut dari apa yang kulakukan, yang menjadi bukti nyata kebulatan cinta kasihku kepadamu. Amin.

biografi mother teresa

Muder Teresa

Dilahirkan di Skopje, Yugoslavia, dengan nama Agnes Boyakhul, 26 Agustus 1910. la masuk Biara 1oretto di Irlandia 1928. Setahun sesudahnya dikirim ke India untuk menjalankan novisiatnya di sana dan memulai karya sebagai guru, mengajar di
SMP St.Mary Calcuta.
Ia mengajar di situ hampir 20 tahun. Pada tahun 1946 dalam perjalanan menuju retret tahunannya, ia berkata: "Aku mendengar panggilan untuk meninggalkan segalanya dan mengikuti DIA ke lorong-lorong kumuh untuk melayani orang-orang miskin dan teriantar.

la mengajukan permohonan kepada pimpinan Biara Loretto dan pada tahun 1984 ia meninggalkan biara Lorreto. Dalam ketaatan kepada Uskup Agung Calcuta, ia memulai hidup di tengah orang-orang miskin. Ia mendirikan sekolah di daerah kumuh dan mulai mengajar anak-anak miskin di situ. la juga belajar obat-obatan sederhana dari para suster BKK (Biarawati Karya Kesehatan) dan mulai mengunjungi rumah-rumah orang sakit dan merawat mereka. Tidak lama banyak gadis alumni Sekolah St. Mary bergabung dengan dengan dia dan melayani orang-orang menderita itu.

Tahun 1952 ia bertemu seorang wanita yang dibuang, sedang dalam keadaan hampir mati di jalan. Badannya penuh dengan tikus-tikus dan semut. Ia mengangkat wanita itu dan membawanya ke Rumah Sakit, tetapi Rumah Sakit tidak melayani. Teresa Ialu membawa ibu itu ke Wahkota dan meminta pertolongan untuk melayani orang-orang miskin, agar mereka boleh mendapat tempat perlindungan yang layak.
Petugas kesehatan membawa dia ke sebuah gedung di dekat kuil Hindu. Gedung itu tidak dipakai, kecuali sebagai penginapan bagi para pengunjung kuil. Petugas kesehatan itu menawarkan rumah itu kepada Ibu Teresa untuk digunakan. Dalam sehari ia menampung banyak orang sakit di situ dan memulai di rumah itu tempat untuk orang sakit payah - yang sekarang terkenal dengan nama: Kalighat.

Bertahun-tahun ia mengembangkan karya pelayanannya ini secara subur. la melayani hampir setiap penderita yang ia jumpai untuk dilayani; memberi perlindungan, memelihara anak-anak yatim-piatu, memberi makan yang lapar dan memberi pakaian kepada yang telanjang, membuka klinik untuk keluarga berencana, pelayanan perawatan jalan, dan perawatan orang-orang lepra.

Ia mendirikan Tarekat Misionaris Cintakasih, yang sekarang sudah lebih dari 3000 anggotanya, yang bekerja di 52 negara di manca negara seperti di Roma, Addis Ababa, Bronx, Jenkins, Kentucky. Para suster menjalankan hidup bakti dengan mengikrarkan kaul ke-empat yakni "Dengan Segenap Hati Dan Seluruh Diri. Memberikan Pelayanan Bebas Kepada Mereka Yang Paling Miskin". Dalam situasi dunia di mana panggilan hidup religius berkurang, suster Misionaris Cintakasih ini malah bertumbuh amat subur. Penjelasan untuk ini sangat sederhana, kata Ibu Teresa: "Ada banyak wanita data pekerjaan seperti ini yang masih tetap mencari suatu kehidupan doa, kemiskinan dan pengorbanan."

Pekerjaan Ibu Teresa diakui di seluruh dunia. Ia terkenal sebagai wanita yang diakui di mata dunia dan pada tahun 1979 ia mendapat hadiah Nobel Perdamaian.
Kemasyhuran nama seperti itu tidak memudarkan cara hidqpnya yanq luqu yanq bersinarkan cinta-kasih Kristus kepada orang-orang miskin. la berjalan dengan kaki telanjang ke mana saja bila perlu dan tidur di tantai rumah-rumah penampungan orang miskin bersama suster-suster dan novis-novisnya. la makan makanan orang sederhana dan minum air putih. Seperti semua susternya, ia pun mempunyai hanya dua buah baju putih sari dan sendiri mencuci pakaian.

Para pengunjung merasa terharu oleh kesederhanaan hidupnya. Mereka menyaksikan ia sedang menyisir rambut seorang anak gadis India. Ia memadamkan listrik kalau ekaristi atau doa di kapel sudah tidak lagi butuh terang lampu untuk membaca. Hal-hal itu lebih menunjuk kepada cara hidup dan semangatnya. "Tak ada uang yang diberikan kepada orang miskin." .a menjelaskan: "Adalah suatu pemborosan kalau kita membiarkan listrik bernyala tanpa diperlukan. Kta hanya boleh menggunakan kalau itu perlu sekali".

Ibu Teresa pergi ke mana-mana untuk berbicara tentang pelayanan kasih. Ia tidak menumpuk uang untuk tarekatnya. Uang-uang yang aiperolehnya semuanya dipakai untuk pelayanan orang-orang kecil itu. la berbicara sederhana dan gamblang, tepat sasaran. Ia menggambarkan dengan jelas warta cinta kasih Yesus bagi orang-orang miskin dan teriantar. Pewartaannya merupakan pancaran nyala cinta seperti yang digambarkannya dalam ungkapan-ungkapan yang terus-menerus diulanginya: "Kami buat karena Yesus, untuk Yesus dan bersama Yesus". "Sesuatu yang indah untuk Tuhan", "memberi sampai diri sendiri menderita karena memberi", "layanilah Yesus dalam orang-orang yang menderita dan terbuang".

Terbukti orang-orang yang tersentuh pelayanan Ibu Teresa akan bertanya: "Apa yang dapat saya lakukan?"; jawabannya selalu sama; yakni, suatu jawaban yang memperjelas visinya. Jawaban diberikan secara pribadi, sesuai tempat di mana kita berada: "Mulai saja, ...satu, satu, satu", ujarnya. "Mulai di rumah dengan mengatakan sesuatu yang baik kepada anakanakmu, kepada suamimu, atau kepada istrimu. Mulai dengan melakukan apa saja yang dapat kau lakukan, sesuatu yang indah untuk Allah". Sebagai suatu kritik sosial, ia mengganti kebiasaan memerintah dengan pelayanan.

Selama tahun-tahun pelayanannya ia tidak nampak jera atau lelah. la selatu tampak gembira, ceria, yang merupakan unsur paling penting dalam hidup para suster Misionaris Cintakasih.

la menghayati kegembiraan kebangkitan. Kegembiraan dan sukacita adatah pusat karya pelayanannya. "Buatiah apa yang kau mau buat dengan gembira dan dengan suatu hati penuh bahagia", ia menasehati suster-susternya. Orang-orang yang sakit payah adalah tubuk hati Yesus yang bersengsara.

"Kapan saja engkau menjumpai Yesus, tersenyumlah kepada-Nya". la mengatakan kepada suster-susternya, 'Uikalau kamu tidak mau tersenyum kepada Yesus, maka lebih baik bungkusla pakaianmu dan pulang saja ke rumah".

Pada suatu kesempatan konferensi pers di USA, ia ditanyakan hal-hal sekitar perubahan dan perkembangan di dalam Gereja, masalah emansipasi wanita, kerohanian dunia Barat, ekonomi dan penggunaan media untuk pewartaan Injil.
la mengatakan: "Saya tidak tahu apa-apa tentanq hal itu." Atau bahkan ia balik bertanya yang ada kaitannya dengan visinya: "Kalau anda melakukan pekerjaan ini untuk kemuliaan diri, Anda hanya lakukan itu untuk satu tahun, dan tidak lebih. Hanya kalau engkau melakukan itu untuk Yesus maka engkau akan terus maju." Ibu Teresa dan suster-susternya menghayati Injil secara harafiah dan amat radikal.

Kepada anggota-anggota pers, paling sedikit waktu ia berbicara pada kesempatan itu, ia sangat berbeda pengalaman dengan semua yang lain. Mereka tidak biasa mendengar seseorang berkata bahwa ia mencintai Yesus dan didorong oleh Yesus, atau didukung oleh Ekaristi dan doa. Ada beberapa orang yang terharu, yang dapat kita saksikan dengan melihat mata mereka. Kebanyakan orang kehilangan warta kasih yang sebenarnya dan memandang dia sebagai wanita naif yang coba mempengaruhi dunia yang tidak dapat lagi berubah situasi sosiainya ini. Mereka memuji dia dan pekerjaannya, sambil kehilangan kesederhanaan dan 'Keluguan motivasinya.

Beberapa orang yang mengenal Ibu Teresa, yang menggunakan waktu berbincang - bincang dengan dia, merasakan bahwa beliau sungguh satu karunia Tuhan bagi jaman kita. Barangkali ia juga salah satu dari tokoh-tokoh historis yang muncul sebagai nabi yang datang untuk memperingatkan kita akan warta gembira Injil, mengingatkan kita akan apa yang Allah Bapa harapkan dari kita.

Agnes Boyaxhui mengeluh tentang kata-kata dan mengatakan: "Terlalu banyak kata-kata". "Biarkan mereka melihat saja apa yang kita buat". Tetapi ia terus berbicara, dengan sabar mengulangi hal-hal pokok dari cita-cita dan visinya. Beberapa ungkapan yang mengikuti - pembicaraannya - semoga dapat menjadi inspirasi dan pemahaman tentang wanita itu dan karyanya.

mother tresa

Muder Teresa

Kerendahan Hati

Berbicara sesedikit mungkin tentang diri sendiri
Uruslah sendiri persoalan-persoalan
Hindarilah rasa ingin tahu
Janganlah mencampuri urusan orang lain
Terimalah pertentangan dengan kegembiraan
Jangan memusatkan perhatian kepada kesalahan orang lain
Terimalah hinaan dan caci maki
Terimalah perasaan tak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah
Mengalah terhadap kehendak orang lain
Terimalah celaan walaupun anda tidak layak menerimanya
Bersikap sopan dan peka, seklipun seseorang memancing amarah anda
Janganlah mencoba agar dikagumi dan dicintai
Bersikap mengalah dalam perbedaan pendapat, walaupun anda benar
Pilihlah selalu yang tersulit

kepercayan

 Salam dalam kasih Kristus,

Dalam sebuah iklan produk kosmetik, diceritakan tentang seorang
gadis yang tiba-tiba menjadi tidak percaya diri karena bau tidak
sedap yang muncul dari badannya. Iklan itu memberi solusi bahwa bau
badan itu bisa diatasi dengan menggunakan penyegar tubuh yang
ditawarkan. Selanjutnya dalam iklan itu ditampilkan gadis tersebut
menjadi percaya diri setelah menggunakan produk yang ditawarkan
dalam iklan tersebut.

Tontonan itu seolah ingin menyampaikan pesan bahwa sangatlah mudah
mendapatkan kepercayaan diri. Benarkah begitu? Kenyataannya, banyak
orang yang harus menghadapi kesulitan bahkan dapat mengakhiri
hidupnya karena masalah percaya diri yang kurang. Apakah anak-anak
Tuhan juga dapat terbelenggu oleh masalah percaya diri ini?
Bagaimana kita mendapatkan kepercayaan diri yang sejati, yang tidak
tergantung kepada penilaian orang lain terhadap diri kita? Silakan
simak sajian-sajian dalam edisi e-Konsel kali ini. Kita dapat
melihat bahwa seharusnya di dalam Kristus, tidak ada istilah "tidak
PD". Dengan PD (percaya Dia), kita dapat mengatasi masalah kurangnya
PD (percaya diri) dalam hidup kita. Selamat menyimak.

Pimpinan Redaksi e-Konsel,
Christiana Ratri Yuliani

CAKRAWALA ____________________________________________________________

PERCAYA DIRI DI DALAM TUHAN?

Kepercayaan diri adalah hal yang sangat indah, yang menguatkan kita
untuk menghadapi hidup dengan keberanian, keterbukaan, dan
kejujuran. Orang Kristen dengan kepercayaan diri yakin bahwa mereka
dicintai, berharga, dan aman dalam rencana Tuhan bagi hidup mereka.
Saat kita merasa aman, kita akan lebih mudah melangkah keluar dan
mencoba hal-hal baru, walaupun mungkin kita membuat beberapa
kesalahan di sepanjang perjalanan. Kepercayaan diri memampukan kita
untuk bergerak maju sambil mengharapkan kesuksesan dibanding sambil
mengkhawatirkan kegagalan. Hal ini sangat penting dalam memenuhi
rencana Tuhan bagi hidup kita.

Saya yakin bahwa salah satu dari hal-hal utama yang menghalangi kita
tidak bisa berjalan dengan kepercayaan diri seperti yang Tuhan
inginkan adalah karena keraguan terhadap diri sendiri.
Ketidakmampuan kita untuk percaya pada diri sendiri mengikat kita
dan menutup kemungkinan kita untuk menjadi sukses. Meragukan diri
sendiri dan percaya diri tidak berjalan bersamaan, mereka saling
melawan satu sama lain. Karena itu, kita harus mengidentifikasi akar
dari keraguan terhadap diri sendiri ini dan mengerti bagaimana
mengembangkan kepercayaan diri kita di dalam Kristus.

Keraguan Terhadap Diri Sendiri Berakar dari Ketakutan

Keraguan terhadap diri sendiri adalah jenis ketakutan yang menyiksa,
yang menyebabkan kita takut untuk membuat kesalahan atau membuat
keputusan yang salah. Bagi kebanyakan orang, hal ini berakar dari
fakta bahwa mereka memunyai perasaan yang salah tentang siapa diri
mereka sebenarnya. Perasaan yang berakar dalam ini sering kali
menahan kita untuk menerima diri kita sendiri dan kepercayaan diri
yang kita butuhkan untuk membuat berbagai keputusan. Hasilnya? Kita
hanya hidup dalam kebingungan dan kebimbangan karena kita begitu
takut untuk berbuat salah.

Orang yang ragu terhadap dirinya sendiri sama dengan orang yang
bimbang dan mendua hati. Dalam Yakobus 1:5-8, dinyatakan bahwa Tuhan
tidak dapat menjawab doa dari seseorang yang mendua hati karena dia
tidak stabil dalam segala jalannya. Keraguan terhadap diri sendiri
dapat menyebabkan kita kembali ke belakang dan bersembunyi daripada
bergerak maju ke arah yang Tuhan tunjukkan bagi kita. Kembali ke
belakang merupakan tindakan dan respons terhadap rasa takut. Tuhan
akan memberikan respons ketika kita bertindak dalam iman, bukan
dalam ketakutan.

Sementara musuh menggunakan rasa takut untuk mencobai dan
menghalangi kemajuan kita serta mencuri tujuan dan fokus kita, Tuhan
bekerja melalui iman untuk memenuhi panggilan-Nya atas hidup kita.
Dalam 2 Timotius 1:7 dikatakan, "Sebab Allah memberikan kepada kita
bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan,
kasih dan ketertiban." Langkah pertama untuk berjalan dalam
kepercayaan diri adalah memerbaharui pikiran kita dengan tidak
mengizinkan ketakutan memimpin hidup kita. Ketika kita menetapkan
langkah untuk berjalan dalam Roh-Nya (kekuatan, kasih, dan
ketertiban), maka kita akan mulai hidup dalam kepercayaan diri yang
tak tergoncangkan, yang hanya bisa kita temukan di dalam Dia.

Kepercayaan Diri Berakar dari Iman

Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa kepercayaan diri kita harus
berada di dalam Kristus sendiri, bukan dalam diri kita, bukan dalam
diri orang lain, dan bukan di dalam dunia atau sistemnya.
Kepercayaan diri kita harus berakar dalam keyakinan akan cinta-Nya
yang tanpa syarat kepada kita. Tanpa kepercayaan diri yang datang
dari pengetahuan kita akan seberapa besar cinta-Nya, kita tidak akan
pernah dapat menikmati hidup kita ataupun hubungan dengan-Nya.

Keraguan adalah rasa takut untuk membuat kesalahan dan memunyai
pikiran-pikiran negatif tentang hal-hal yang terjadi pada kita.
Sementara kepercayaan diri adalah memunyai iman di dalam cinta-Nya
untuk kita. Iman mengharapkan terjadinya hal-hal baik serta
memampukan kita untuk menghadapi kesalahan-kesalahan yang kita
perbuat dan untuk merasa aman, hidup tanpa kekuatiran atau
ketakutan. Keyakinan bahwa kita dapat mencapai sukses dengan
perkenan-Nya, membantu kita menghadapi dan menangani setiap
tantangan yang kita jumpai dalam hidup kita.

Seiring dengan meningkatnya pengertian kita akan kasih dan
perkenan Tuhan, level kepercayaan diri kita juga akan meningkat.
Sebagai hasilnya, kita akan menjadi lebih nyaman dengan siapa diri
kita yang sebenarnya dan mampu menjalani kehidupan dengan keyakinan
bahwa kita dapat menangani apapun yang ada di depan kita. 1 Yohanes
4:18 mengatakan, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang
sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman
dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih." Saat Anda
dan saya memilih untuk tetap memandang-Nya, cinta-Nya pada kita akan
menghilangkan rasa takut dan ragu terhadap diri sendiri, memampukan
kita untuk menunggu dengan harapan, dengan keyakinan bahwa Dia
memunyai rencana akan hal-hal yang baik untuk kehidupan kita.

Menjadi Percaya Diri di dalam Kristus

Kita hanya bisa percaya diri selama kita percaya dan mengandalkan
kekuatan Kristus yang hidup dalam kita. Filipi 4:13 menyatakan,
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan
kepadaku." Kepercayaan diri adalah keyakinan bahwa kita dapat
melakukan segala sesuatu yang Tuhan minta kita untuk lakukan karena
kasih karunia-Nya. Melalui kekuatan-Nya, kita dapat mengalahkan
keraguan terhadap diri sendiri dan pikiran yang negatif.

Bertahun-tahun yang lalu, saya memunyai masalah yang serius dengan
kekurangan rasa percaya diri karena saya tumbuh dalam keluarga yang
hancur. Ayah saya adalah seorang pecandu alkohol dengan temperamen
yang tinggi. Dia telah menyakiti saya secara mental, fisik,
emosional, dan seksual. Saat saya berusia delapan belas tahun, saya
telah mengalami banyak kesakitan dan kekecewaan. Tidak ada sesuatu
yang saya inginkan yang terjadi dalam hidup saya sehingga saya
bertumbuh dengan mengharapkan terjadinya hal-hal buruk. Saya pikir
dengan mengharapkan hal-hal yang buruk, saya tidak akan merasa
kecewa jika hal itu terjadi. Saya mengira dengan meninggalkan rumah,
masalah akan selesai. Ketika berusia delapan belas tahun, saya pun
pergi dari rumah. Saya tidak menyadari bahwa sebenarnya masalah itu
tetap saya bawa dalam pikiran saya. Pikiran, keinginan, dan emosi
saya telah rusak dan terluka.

Saya adalah seorang yang patah hati dan penuh keraguan terhadap diri
sendiri, dengan karakter yang sangat negatif. Meski saya percaya
kepada Tuhan dan memohon pertolongan-Nya, saya tidak tahu apa-apa
tentang iman. Saya tidak mengerti bagaimana berdoa dengan iman
seperti yang tertulis dalam Alkitab. Saya harus belajar banyak untuk
memercayai Tuhan dan mendapatkan kepercayaan diri di dalam Kristus.
Saya sangat bersyukur Tuhan telah mengubah saya dalam tahun-tahun
selanjutnya, memulihkan saya, dan memberikan kehidupan yang layak
kepada saya. Dia telah membebaskan saya dari ketakutan, sikap
negatif, dan keraguan terhadap diri sendiri. Dia telah memberikan
kesempatan kepada saya untuk menolong orang lain yang juga bergumul
dengan masalah yang sama. Saya telah belajar bahwa saya bisa berkata
"TIDAK" kepada ketakutan dan keraguan terhadap diri sendiri, begitu
juga dengan Anda. Pilihan ada di tangan Anda. Ketika ketakutan
mengetuk pintu, Anda bisa menjawabnya dengan iman. Ketika keraguan
terhadap diri sendiri mengetuk pintu, Anda bisa menjawabnya dengan
kepercayaan diri!

Kekuatan dari Keputusan

Tuhan menciptakan kita dengan kehendak bebas. Sebagai orang percaya,
kita dapat mengalahkan semua hal negatif yang iblis rencanakan bagi
kita dengan melatih kekuatan kita untuk sepakat dengan Tuhan dan
janji-janji-Nya. Seberapa besar pun keraguan yang kita rasakan, kita
dapat memutuskan untuk tetap maju dalam iman, percaya diri dalam
Tuhan dan firman-Nya. Dalam Yosua 24:15, kita melihat Yosua memilih
untuk melayani Tuhan. Dia tidak mendasarkan keputusannya atas apa
yang dilakukan orang lain atau perasaannya. Dia mendasarkan
kepercayaan dirinya kepada janji-janji Tuhan.

Jika kita percaya bahwa Tuhan di dalam kita, memimpin dan membimbing
kita karena kita meminta-Nya, seharusnya kita memunyai kepercayaan
diri bahwa Dia-lah yang mengarahkan hidup kita. Anda dan saya harus
memilih untuk percaya dalam janji-Nya, bukan pendapat orang lain
atau bahkan pikiran dan perasaan kita sendiri. Dengan kata lain,
kita tidak perlu merasa percaya diri karena kita bisa menjadi
percaya diri. Kita hanya perlu mempelajari firman-Nya sehingga kita
bisa sepakat dengan apa yang dikatakan-Nya dan melihat diri sendiri
sebagaimana Dia melihat kita.

Mungkin Anda memunyai hal-hal negatif yang tersimpan dalam pikiran
Anda seperti saya dulu. Tuhan bisa mengubah semuanya itu. Dalam
Yohanes 16:24, kita diperintahkan untuk meminta hal-hal yang telah
Tuhan janjikan kepada kita. Jika Anda dan saya merasa tidak layak,
kita tidak mungkin memintanya dengan iman atau dengan percaya diri
bahwa kita akan menerima apa yang kita minta. Mengapa? Karena
keraguan terhadap diri sendiri akan selalu menghalangi kita untuk
menerima yang terbaik dari Tuhan. Namun dengan memilih untuk sepakat
dengan firman-Nya dan memunyai kepercayaan diri di dalam Kristus,
kita dapat menerima anugerah Tuhan yang terbaik dalam hidup kita.
Jika Anda mau menikmati yang terbaik itu, mulailah membuat keputusan
untuk melawan ketakutan dan memercayai Dia. Dalam Mazmur 56:4, Daud
mengatakan, "Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku
percaya, aku tidak takut ...." Ketika secara konsisten Anda memilih
untuk mengandalkan Tuhan, memercayai apa yang firman-Nya katakan
tentang Anda lebih daripada kata-kata orang lain atau perasaan Anda,
maka Anda akan menghabiskan semakin sedikit waktu untuk meragukan
diri sendiri.

Melihat Apa yang Tuhan Lihat

Tuhan berkata bahwa Anda dan saya berharga, diciptakan dalam rahim
ibu kita dengan tangan-Nya sendiri. Kita memiliki tujuan di dunia
ini. Tuhan berkata bahwa Dia memanggil kita dengan nama kita dan
kita adalah kepunyaan-Nya. Ambil waktu sejenak dan lihatlah ke dalam
hati, apa yang Anda lihat di sana? Apakah anda dipenuhi dengan
keraguan ataukah kepercayaan diri yang datang dari pengenalan yang
dalam akan Tuhan dan kasih-Nya yang tak bersyarat bagi Anda? Jika
jawaban Anda tidak sejalan dengan firman-Nya, saya mau mendorong
Anda untuk mulai memerbaharui pikiran tentang bagaimana Tuhan
memandang Anda. Jangan biarkan perasaan memimpin kehidupan Anda
lagi. Ambil langkah iman dan mulailah memercayai Tuhan hari ini.
Pilihlah untuk sepakat dengan-Nya dan percaya bahwa Anda sangat
berharga. Dia memunyai rancangan masa depan yang hebat untuk Anda,
dan itu dimulai dari sekarang!

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: IndoForum
Diposting oleh: Shelinda
Alamat URL: http://www.indoforum.org/showthread.php?t=9457

TELAGA _______________________________________________________________

KEPERCAYAAN DIRI

Ada dua aspek besar di dalam kepercayaan diri.
1. Aspek diri itu sendiri.
Yang dimaksud diri bukan hanya tubuh jasmani, namun yang lebih
penting lagi adalah substansi dari diri kita. Yaitu siapa kita
menurut pandangan kita dan juga yang terpenting adalah memunyai
suatu kekuatan dari dalam diri kita sehingga saat kita mengarungi
hidup, kita tidak merasa sebagai orang yang tersesat,
terkatung-katung tanpa arah, sebab kita memunyai substansi atau
suatu isi dari dalam diri kita.

2. Aspek memercayai diri.
Jadi memercayai pertimbangan kita, memercayai kemampuan,
kebiasaan yang bersumber dari satu hal, yaitu kita mesti memiliki
penilaian tentang diri yang lumayan positif.

Diri sebenarnya berasal dari bahan yang kita serap dari lingkungan
kita dan terutama adalah dari keluarga kita. Jadi yang dimaksud
dengan bahan adalah interaksi, pergaulan antara kita dengan orang
tua kita. Yang dimaksud interaksi atau pergaulan adalah hidup
bersama-sama dengan orang tua, melihat perilaku mereka, dididik oleh
mereka, dinasihati oleh mereka, mengisi diri kita sehingga diri kita
itu tidak kosong. Misalkan anak sudah berjanji kepada orang tua akan
ada di rumah pada pukul 09.00 malam, ternyata dia pulang pukul 11.00
malam, orang tua pun menjadi marah. Ketika marah, orang tua
mengatakan, "Engkau harus belajar menepati janjimu, sebab orang
hanya akan percaya kepada engkau kalau engkau bertanggung jawab
dengan janjimu." Perkataan tersebut adalah bahan yang akhirnya
membentuk diri si anak. Tiba-tiba si anak disadarkan akan satu hal
yang mungkin dulu disepelekan olehnya, bahwa perkataannya atau
janjinya itu adalah sesuatu yang akan dipegang oleh orang dan
menjadi bahan penilaian orang terhadap dirinya.

Bahan di sini bisa positif maupun negatif. Bahan yang positif dapat
menambah kekuatannya, bahan yang negatif justru akan menghancurkan
dirinya. Jadi di sini ada dua aspek.

Pertama adalah kekurangan bahan yang positif. Misalnya orang tua
jarang bergaul dengan anak, dua-duanya sibuk, pulang malam, jarang
mengungkapkan cinta, mengobrol, berdiskusi dengan anak. Hal ini
menjadikan defisit, kekurangan dalam diri anak.

Kedua, banyak dampak negatif yang akan timbul bila anak kerap
dikritik, dituntut secara berlebihan, dimarahi semau-maunya, dan
sebagainya. Hal tersebut adalah interaksi atau bahan-bahan negatif
yang diserap oleh si anak sehingga si anak akhirnya memiliki diri
yang penuh dengan perasaan-perasaan negatif.

Aspek memercayai diri bersumber dari satu hal, yaitu kita mesti
memiliki penilaian tentang diri yang lumayan positif, apakah kita
bisa memercayai keputusan yang diambil oleh diri kita ini. Ada
orang yang senantiasa ragu-ragu mengambil keputusan. Kerapuhan
penilaian diri sangat tampak pada keputusan yang telah diambil,
yaitu sering kali keputusan itu diambil bukan berdasarkan pada apa
yang kita pikir, apa yang telah kita timbang dengan baik-baik, namun
kita sangat dipengaruhi oleh faktor akibat. Kepercayaan diri yang
lemah sering kali muncul atau terlihat dalam kasus seperti ini, jadi
terlalu memikirkan pandangan orang, penilaian orang nanti akibatnya
bagaimana, nanti orang lihat saya bagaimana, sehingga akhirnya
keinginan diri, ide dari diri sendiri tertindih dan tidak muncul.

Yang perlu dilakukan untuk mengatasi/membangun kepercayaan diri
adalah seperti berikut.

1. Tahu siapa diri kita di hadapan Tuhan.
a. Bereskan dulu relasi kita dengan Tuhan. Firman Tuhan
menyatakan bahwa kita ini adalah anak Tuhan, dilihat Tuhan
secara khusus dan spesial. Dengan kata lain, kita mesti
melihat bahwa kita diciptakan Tuhan bukan karena kebetulan.
Memang kita muncul dari orang tua, namun kehadiran kita di
dunia ini ditetapkan oleh Tuhan. Dia menghendaki kita ada. Itu
berarti Tuhan memunyai rencana dengan kehadiran kita ini dan
sebaiknya hidup sesuai dengan rencana Tuhan.

b. Mulai mengisi diri kita dengan pergaulan yang positif, kita
mencari teman yang positif yang membangun, kita mencari
lingkungan yang positif dan membangun relasi dengan baik.

2. Memercayai diri.
Di sini kita memang perlu pengalaman sukses, pengalaman
keberhasilan, dan juga perlu tanggapan dari orang lain bahwa kita
berhasil. Nah, dari kedua hal inilah kita akhirnya perlahan-lahan
mulai membangun kepercayaan diri.

Sajian di atas kami ambil/edit dari isi kaset TELAGA No. T014B
yang telah diringkas/disajikan dalam bentuk tulisan.
Jika Anda ingin mendapatkan transkrip lengkap kaset ini lewat
e-mail, silakan kirim surat ke: <>
atau <>. Atau kunjungi situs TELAGA di:
==> http://www.telaga.org/ringkasan.php?kepercayaan_diri.htm

BIMBINGAN ALKITABIAH _________________________________________________

KEMULIAAN KRISTUS: KEPERCAYAAN DIRI ORANG KRISTEN

Apakah percaya diri itu? Bagaimana bentuk percaya diri itu dalam
diri manusia?

Bagaimana pemahaman akan kasih Allah memengaruhi kepercayaan diri
kita?

Percaya diri adalah apa yang Anda rasakan mengenai diri Anda
sendiri. Bila Anda merasa sangat menyukai diri Anda dan merasa bahwa
Anda adalah orang yang baik, maka harga diri Anda tinggi. Bila Anda
sangat tidak menyukai diri Anda, berarti harga diri Anda rendah.

1. Bagi orang Kristen, arti percaya diri adalah siapakah kita di
dalam Kristus.

Karena kepercayaan diri sebagai orang Kristen adalah seperti apa
kita dalam Kristus. Roh Kudus adalah kemuliaan Kristus yang ada
dalam diri kita (Kis. 2:38; 2 Kor. 1:21-22).

Siapakah Roh Kudus itu? Allah hidup di dalam diri kita. Allah
menyadarkan kita pada hal-hal yang baik. Suatu kekuatan istimewa
yang hanya dapat kita gunakan untuk melakukan hal-hal baik yang
berasal langsung dari Allah. Beberapa karakteristik Roh Kudus
adalah pengertian, hikmat, pengetahuan, akal sehat,
ketergantungan pada Tuhan, kasih, sukacita, kedamaian, kesabaran,
kebaikan hati, kebajikan, kesetiaan, kelembutan, dan pengendalian
diri. Beberapa hal yang Ia kerjakan adalah menjelaskan,
menghukum, mengajar, membimbing, memberi jaminan, menjadi
penengah, mengarahkan, dan mengingatkan.

2. Belajar menerima diri apa adanya.

Seperti orang lain, Anda juga memiliki hal-hal yang Anda sukai
dan tidak Anda sukai dalam diri Anda. Tidak ada satu manusia pun
yang sempurna. Anda memiliki rasa percaya diri yang lebih baik
dari yang Anda rasakan. Tidak ada rumput yang lebih hijau dalam
hidup orang lain (Flp. 4:11).

3. Terapkan gaya hidup yang sehat.

Olahraga, istirahat, belajar firman Tuhan, berdoa, bekerja,
bermain, belajar hal-hal baru, berpikir positif, dan memunyai
pola makan yang benar. Jangan berlebihan dalam satu hal (1 Kor.
6:19-20; Flp. 1:6; Flp. 4:8; Flp. 4:5).

4. Hiduplah apa adanya.

Hiduplah sesuai dengan kenyataan dan tetaplah demikian. Jangan
menjadi orang yang munafik. Bukalah pikiran Anda. Bila ada hal
yang salah menurut firman Tuhan, maka hal itu tetaplah salah dan
jangan lakukan hal itu. Jangan karena dunia mengatakan bahwa
menghisap mariyuana itu sah-sah saja, maka itu berarti boleh
dilakukan. Menghisap mariyuana bertentangan dengan firman Tuhan
dan lebih berbahaya bagi tubuh kita dibandingkan dengan menghisap
rokok. Merokok itu berbahaya. Saat kita melakukan
perbuatan-perbuatan yang munafik, maka Anda merendahkan diri
sendiri. Berhentilah melakukannya dan hiduplah apa adanya (Rm.
12:2).

5. Percayalah pada diri Anda dan apa saja yang Tuhan dapat kerjakan
melalui diri Anda.

Saya selalu berdoa dan membiarkan Roh Kudus memberi bimbingan
selama konseling dan pada kehidupan sehari-hari. Dengan berdoa
dan membiarkan Roh Kudus bekerja, maka saya bisa bekerja dengan
efektif. Kenalilah perasaan negatif dan hadapilah setiap hari,
jangan mengabaikan dan menghalangi perasaan Anda (Flp. 4:13; 2
Kor. 10:5).

6. Komunikasikan.

Bicarakan dengan orang lain tentang apa yang Anda rasakan dan
tanyakan apakah orang lain juga pernah merasakannya. Anda mungkin
menemukan bahwa Anda bukanlah satu-satunya orang yang merasakan
sesuatu atau yang telah melakukan dosa tertentu. Saat Anda
membicarakan hal ini kepada orang lain, berarti Anda membangun
hubungan yang lebih baik, mengurangi konflik, dan belajar tentang
orang lain. Perhatikan juga bahasa tubuh Anda saat berkomunikasi
dengan orang lain. Bahasa tubuh Anda mengatakan sesuatu, apakah
Anda benar-benar ingin membicarakan rasa percaya diri Anda? (Yak.
5:16).

7. Buatlah pilihan-pilihan yang baik.

Bertindaklah dengan tenang dan rasional dalam segala situasi.
Cobalah untuk tenang. Kadang-kadang Anda perlu merenungkan sebuah
pemikiran sebelum Anda melakukannya. Saat Anda menghadapi
pilihan-pilihan, maka harga diri Anda sedang diuji. Akankah Anda
menyesal dan sedih atas keputusan Anda untuk masa yang akan
datang? Atau akankah Anda bercermin dan mengatakan "selesai" atau
"kerja yang bagus"? (1 Tim. 5:22; Ams. 19:2; Pkh. 5:2).

Langkah-langkah untuk membuat pilihan yang baik.
- Pahamilah pilihan yang Anda buat. Tanyakan pada orang lain
tentang pilihan itu. Mintalah nasihat mereka. Doakan dan minta
damai sejahtera Allah menolong Anda mengambil keputusan yang
tepat.
- Galilah ide-ide untuk membuat pilihan.
- Ujilah ide-ide yang Anda gali itu untuk situasi terburuk dan
terbaik.
- Buatlah jalan keluar.
- Lakukan pilihan Anda.

8. Percayalah penuh dan bertanggung jawab.

Saat Anda memiliki tanggung jawab, maka orang-orang akan datang
kepada Anda dan memberi Anda kepercayaan untuk melakukan apa yang
akan Anda lakukan (Gal. 5:22-23; Rm. 15:13).

9. Tetap kerjakan hal-hal yang Anda sukai.

Milikilah kegiatan favorit atau hobi. Belajarlah untuk menghibur
diri sendiri. Jangan mengharapkan orang lain menghibur diri Anda.
Buatlah gaya Anda sendiri dan berbahagialah dengan gaya itu.
Pepatah sekuler mengatakan, "Pikiran yang kosong adalah ladang
kerja Iblis."

10. Jangan memandang diri Anda lebih tinggi dari yang sebenarnya.

Hal ini kadang-kadang bisa meningkatkan harga diri Anda hingga
akhirnya orang lain mulai menjauhi Anda karena kita semua tahu
bahwa sebagian besar orang tidak suka pada orang yang sombong
(Rm. 12:3; 1 Tim. 3:6).

Dengan memeriksa ulang langkah-langkah dan ayat-ayat di atas,
kiranya bisa meningkatkan iman Anda kepada Kristus. (t/Ratri)

TURUT BERDUKA CITA

ATAS MENINGALNYA

1.NUSANTARA BARUS
ISTRI:IBU.BERTA BR TARIGAN

PADA TANGGAL/HARI:
JUMMAT,1 AGUSTUS 2008
I BUNURAYA
DIMAKANKAN
DI BUNURAYA

2.DANIEL BARUS
PADA TANGAL/HARI:SABTU 2 AGUSTUS 2008
I MEDAN
DIMAKAMKAN
DI SEMALINGKAR B


SEMOGA KELUARGA YANG DITINGALKAN DAPAT TABAH

DARI BEBERE DARI NUSANTARA BARUS DAN SEPUPU DARI DANIEL BARUS
JUSTER ANDIKA SYAHPUTRA MELIALA
I MEDAN



IN MEMORIAN

IN MEMORIAN
2 TAHUN DALAM KENANGAN
6 AGUSTUS 2006---6 AGUSTUS 2008



'' Tidak terasa sudah 2 tahun berlalu, Tanpa ada lagi kehadiratmu di tengah tengah kami, bulang, bapak, mama, kila, kami:
RUlO SEMBIRING MELIALA +

ISTRI :PELIMIN BR KABAN

1.pemakaman: i-Pemakaman keluarga i tanjung selamat Kec.tigalingga kab.dairi



''kenangan-kenangan yang indah bersamamu tidak akan kami lupakan''


kami yang mencintaimu:
1.pelimin br kaban (istri) i medan
2.rim meliala + / istri (anak) i medan
3.nd.rani br meliala/bp.rani ginting (anak) i medan
4.nd.melisa br meliala/bp.melisa tarigan (anak) i kabanjahe



-perwakilan senina:1. nasip meliala i batuerdan, 2mangsi meliala itigalingga, 3.bp.lilis meliala
i medan
-perwakilan turangna: 1.meteh muli br meliala
-perwakilan anak seninana:
1.daniel meliala/rustini br ginting i medan
2.rakut meliala ijakarta
3.setiawan meliala i jakarta
4.rakut meliala i tigalingga
5.paulus meliala i laumenciho
6.mulyadi meliala i sidikalang
7.ridwan meliala i tigalingga
8.lilis br meliala i medan
-perwakilan beberena
1.atma sinulingga i seimenciren
2.hendrik sinulingga i pekanbaru
-perwakilan permen
1.astrid br kaban i tigalingga
2.dewi br kaban i lombok
-perwakilan kempu
1.juster andika syahputra meliala i medan
2.ranie br ginting i jakarta
3.heri ginting i medan
4.melisa br tarigan i kabanjahe